Menurut cerita para orang tua yang pernah sedikit banyak mendengar cerita sejarah tentang asal-usul Desa Pocol adalah, pada masa tahun 1828 kala itu belum ada pemerintahan desa karena waktu itu masih jaman penjajahan belanda dan jaman kerajaan, yang ada hanya sekelompok orang bergerombol disuatu tempat yang hidupnya slalu berpindah pindah.
Dimasa itu sangatlah sulit orang untuk mencari makan demi kelangsungan hidupnya, saking sulitnya apapun yang tumbuh di bumi ( tanaman liar ) seperti dedaunan serta umbi-umbian itulah yang menjadi makanannya, karena dimasa itu belum ada yang mengerti tata cara bercocok tanam.
Hari berganti hari, tahun berganti tahun datanglah sekelompok orang pengungsi / pendatang pribumi dari luar wilayah yang menetap di suatu tempat, sekelompok orang tersebut tambah tahun semakin berkembang biak dan perlahan mengenal dengan bercocok tanam , adapun yang ditanam seperti, umbi-umbian, singkong dan padi, waktu itu tanahnya tidak dicangkul terebih dahulu langsung benih disebar .
Tibalah saatnya warga memanen padi lalu diolah sebagi makanan, walaupun tidak setiap hari mereka makan nasi , ada salah seorang dari mereka makan nasi itu pakai lidi, maksutnya lidi tersebut untuk menusuk butiran nasi. Dan sambil makan salah satu dari mereka itu berkata “ apabila besuk ada keramaian jaman maka daerah ini akan saya namakan POCOL ( dari kata jawa UPO DI COCOL ) yang menggambarkan di era itu sulitnya orang untuk makan nasi dalam bahasa jawa Paceklik.
Selanjutnya kurang lebih pada tahun 1875 baru mulail ada nama subuah desa yaitu Desa Pocjol yang kala itu dipimpin oleh seorang Bekel bernama” IRONTONO “ .
Demikian cerita asal-usul sebuah nama Desa Pocol yang pernah kami dengar yang diceritakan oleh orang-orang tua terdahulu, selanjutnya untuk kebenarannya Hu Alloh Hu Alam.